Senin, 27 Mei 2013

PENJELASAN TENTANG CAVING

CAVING : penelusuran gua.
SRT : single rope tachnic.
Gaya-gaya yang dipakai dalam srt meliputi :
   1. froglit style : froglit style yaitu style yang biasa dipakai oleh caver unakan satu tali
       dengan satu kaki sebagai tumpuhannya serta satu kaki satunnya lagi menginjak footloop.
   2. texas style : texas style yaitu style yang dipakai dengan dua buah tali dengan bantuan alat
       pulley.
   3. bisel : tehnik ini jarang dipakai oleh caver.

  Satu set srt terdiri dari :
-2 Buah langkahbiner snap.
-3 Buah langkahbiner scru.
-1buah mr ( million rapid ).
-1buah autostop atau descender.
-2 Buah autostop simple.
-1buah jumar.
-1buah croll.
-2 Buah cowstell ( terdiri dari cowstell pendek serta cowstell panjang ).

  Langkah-cara menempatkan alat-alat srt :
1. pakai harness terlebih dulu, upayakan catatan danger tertuput.
2. masukan mr ( million rappid ).
3. masukan croll upayakan croll dibagian yang sangat kanan.
4. masukan costill serta upayakan cowstel terdapat dibagian yang sangat kiri.
5. masukan 2 buah langkahbiner snap serta lagi scru.
6. masukan otostop di langkahbiner scru serta upayakan letak otostop di dalam.
7. pasang chess harness pada croll.
8. pasang jumar pada cowstell yang panjang.
9. pasang karabiner scru pada jumar yang dipakai untuk footlup.

  Untuk jadi seorang caver mesti menguasai tekhnik-teckhik basic serta pengetahuan perihal caving itu sendiri, salah satunya yaitu :
Rigging : rigging yaitu langkah pemasangan dalam gua bergantung dengan ornamen serta type gua yang dapat di masuki.
Srt : srt yaitu langkah atau tehknik yang dipakai untuk menaiki statu gua dengan langkah spesifik di dalam srt itu sendiri juga ada beberaa langkah agar orang yang dapat menaiki senantiasa aman perumpamaan inter mediet, debíais, serta halangan.
Mapping : mapping yaitu pemetaan, di mana pemetaan ini yaitu statu langkah untuk tahu apa saja yang ada pada gua serta berapakah kedalaman gua dan tahu vegetasi apa saja yang ada pad agua tersebut.
Holling : holing yaitu statu langkah etahui type lubang yang ada pada ornamen gua tersebut dengan mengaplikasikan langkah apakah yang dapat digunakan.
rescue.

  Di dalam caving ada langkah'>cara-cara pembuatan angcor, angkor itu sendiri ada 3 angchor emas, perunggu, perak. ( standar angkor yang biasa dipakai 3 buah angckor ).
langkah pemasangan angckor :
1. menggunakan simpul playboy
2. kemiringan verikal diusahakan 90-1300, namun standarnya 1100.
3. back up belakang minimal ½ mtr..
  Di dalam intermediat umumnya menggunakan simpul ½ delapan. di dalam srt pengaman minimal mesti ii buah pengaman. perumpamaan pengaman.
1. cowstell pendek diletakan pada hanger.
2. jumar mesti senantiasa menenpel jika croll dapat dilepaskan.
3. autostop mesti terkunci jika jumar dapat dilepaskan.

  Langkah mengunci autostop :
1. jempol memegang tali karamentel statis dengan bentuk huruf c.
2. lantas masukan tali karmentel sesuai dengan panduan yang ada pada autostop tersebut.
3. masukan karamentel ke karabinel snap.
4. lantas lingkarkan karamentel hingga terkunci tuasnya,
5. masukan karamentel ke dua buah karabiner serta lantas lingkarakan kembali sehinga mengunci pada tuas kunciannya.

  Didalam caving ada juga sebutan yang diberi nama dengan deviasi, deviasi itu sendiri yaitu satu langkah untuk meringankan caver agar tidak berlangsung benturan segera dengan tebing pada gua. langkah lakukan deviasi :
1. pasang cowstil pendek pada ronga tali pada deviasi.
2. copot langkahbiner debíais serta lantas pindahkan langkahbiner debíais pada tali karmentel di bawah croll.
3. pasang jumar di bagian atas croll.
4. lantas terlepas cowsil.

yang menjadi tidak kalah penting dalam hal ini :
“janganlah dulu senang jadi orang yang terlatih, jadilah orang yang senantiasa berlatih”

Rabu, 22 Mei 2013

ARTI DARI KATA CAVING?



   Pengertian serta histori penelusuran gua caving yaitu caving datang dari kata cave= gua. namun orang yang menelusuri gua dimaksud caver. lantas caving dapat disimpulkan sebagai aktivitas penelusuran gua yang mana merupakan salan satu bentuk aktivitas dari speleologi. namun speleologi dengan morfologi datang dari bahasa yunani, yakni : spalion = gua serta logos = ilmu. lantas, dengan harfiah speleologi yaitu ilmu yang pelajari perihal gua, namun dikarenakan perubahan speleologi itu sendiri, spleologi juga pelajari perihal lingkungan di sekitar gua.

   Ada sebagian pengertian penelusuran gua caving menurut beberapa pakar penemu mamupun beberapa caver, yaitu :

    - MENURUT IUS ( international union of speleology ) bagian komisi kali unesco pbb : “gua yaitu
       tiap-tiap area bawah tanah yang bisa dimasuki orang”.
    -MENURUT R. K. T. KO ( speleologiawan ) : “setiap area bawah tanah baik terang ataupun gelap,  
      luas ataupun sempit, yang terbentuk melewati system percelahan, rekahan atau aliran sungai
      yang membentuk satu lintasan aliran sungai di bawah tanah. ”

Adapun histori penelusuran gua caving, yang diawali dari tahun ke tahun, yaitu :
   Penelusuran gua diawali oleh john beaumont, pakar bedah dari somerset, england ( 1674 ) ia seorang pakar tambang serta geologi amatir.
orang yang sangat berjasa mendeskripsikan gua-gua pada tahun 1670-1680 yaitu baron johann valsavor dari slovenia. ia berkunjung ke 70 goa, bikin peta, sketsa serta melahirkan buku setebal 2800 halaman.
joseph nagel, pada tahun 1747 sukses memetakan system perguaan di kerajaan astro-hongaria.
stephen bishop, pemandu wisata gua yang sangat berjasa serta membawa gua mammoth di terima unicef sebagai warisan dunia

Selasa, 21 Mei 2013

TIPS AMAN BERARUNGJRAM / SURFING



   Sahabat blogger, siang ini saya pengen berbagi ilmu tentanf “RAFTING” yaitu tentang beberap hal yang harus diperhatikan dalam rafting, agar rafting anda berjalan dengan selamat. Arung jeram atau dalam bahasa lain serta lebih terkenalnya yaitu rafting, membutuhkan kekompakan dalam tim, dikarenakan arung jeram yaitu aktivitas yang melibatkan beberapa orang(alias kekompakan yang selalu di perhatikan).
nah ada langkah-langkah>cara-cara supaya aman dalam berarung jeram :
1. Ketahui kekuatan diri anda. bila kekuatan berenang anda minim, pastikan lokasi aktivitas arung jeram yang tidak menuntut anda mempunyai kekuatan berenang.

2. Manfaatkanlah senantiasa pelampung serta helm waktu anda ada diatas air ataupun waktu beristirahat sesaat tepi'>di tepian sungai.

3. Waspadalah pada semua bahaya yang ada di sungai atau area lebih kurang arung jeram, serta buat persiapan diri menghadapi kemungkinan bahaya itu.

4. Mintalah pada skipper untuk menghentikan aktivitas bila berlangsung hujan deras atau bila anda dalam pengarungan. segera pinggirkan perahu, tunggulah sampai hujan berhenti serta debit air kembali normal.

5. Manfaatkanlah sepatu olahraga atau sandal gunung sepanjang ikuti aktivitas arung jeram.

6. Pasanglah pengait bila anda memakai kacamata.

7. Janganlah kenakan pakaian serta bahan banyak menyerap air hingga memberatkan anda, kenakanlah pakaian berbahan lycra, neoprene atau parasut.

8. Ikatlah rambut anda dengan baik, janganlah biarlah tergerai.

9. Gunakanlah sunblock untuk hindari sunburn dengan spf yang sesuai dengan kulit anda, berikan dengan merata serta janganlah di oleskan pada dahi serta lipatan lutut.

10. Tinggaikan semua barang bernilai anda layaknya perhiasan. jam tangan, hp serta kunci kendaraan pada area yang aman.

11. Bawalah barang – barang yang dibutuhkan sepanjang dalam pengarungan. yakinkan barang – barang itu terbungkus kantong plastik sebelum saat memasukkannya ke dalam dry bag, dan yakinkan juga dry bag yang dibawa dalam situasi yang baik serta terikat pada perahu sepanjang pengarungan.

12. Yakinkan diri anda tidak ada dibawah pengaruh alkohol serta obat – obatan sebelum saat mengawali aktivitas. janganlah memaksaka diri ikuti aktivitas bila anda tetap dalam periode penyembuhan atau perawatan.

13. Yakinkan bahwa anda sudah tahu seutuhnya perihal langkah, tehnik serta instilah yang didapatkan waktu safety talk sebelum saat anda mengawali aktivitas. bila jadi sangsi serta belum mengerti, janganlah malu menghendaki trip leader atau skipper untuk menjelaskan kembali.

APA ITU RAFTING??


   Arung jeram sebagai olah raga grup, amat memercayakan pada kekompakan tim dengan total. kerja sama yang terpadu serta pengertian yang mendalam antar awak perahu, bisa dikatakan sebagai hal penting yang mendukung kesuksesan melalui beragam kendala di sungai. tidak bisa dibantah bahwa arung jeram merupakan olah raga yang penuh efek ( high risk sport ). tetapi demikianlah, tiap-tiap orang dapat mengerjakannya – seandainya dia dalam situasi “baik” ; baik dalam makna pemahaman tehnis, kekuatan membaca medan dengan kognitif, serta sehat fisik serta mental. lantas, arung jeram yaitu olah raga yang menuntut keterampilan. karenanya amat memerlukan waktu untuk berkembang.

    Perkembangan ke arah meraih kekuatan yang sempurna, cuma barangkali jika akan pelajari karakter-sifat sungai, dan bersedia melatih diri di area itu. jika butuh mengembangkan pengetahuan mengenai karakter-sifat sungai, harus juga berlatih berdayung, berkayuh di sungai. implikasinya perlu mengembangkan kekuatan fisik, supaya senantiasa meraih situasi seoptimal barangkali. perihal lain yang pantas diingat, yaitu berlatih langkah-cara menghadapi situasi darurat di sungai. perihal ini penting untuk melatih kesiapan, kekuatan serta keyakinan diri, jika memanglah mesti menghadapinya. tema makalah ini memperkenalkan seluk- beluk yang mendasar dari olah raga arung jeram khususkan pemakaian wahana perahu karet beserta peralatannya, pelajari situasi sungai serta tehnis berarung jeram dan menghadapi situasi darurat.

II. Peralatan serta perlengkapan
     Peralatan serta perlengkapan yang dipakai dalam arung jeram dibedakan menurut keperluan grup/regu serta lamanya waktu mengarungi sungai, yakni seperti berikut :

• Peralatan regu
1. Perahu karet = Perahu karet ( inflatable raft ) untuk kepentingan olah raga arung jeram, dibikin berbahan karet sintetis sedemikian rupa hingga kuat namun terus elastis. perihal ini ditujukan untuk menahan dari goresan serta benturan batu-batu sungai. bentuk serta rancangan sisi buritan serta baluan dibikin agak mencuat supaya air tidak gampang masuk serta dapat melindungi stabilitas perahu saat melalui ombak besar. umumnya perahu terdiri dari bagian-bagian tabung hawa, perihal ini ditujukan jika di antara tabung perahu bocor /pecah, maka untuk satu waktu spesifik perahu tetap bisa mengapung. ukuran panjang serta lebar perahu umumnya 2 berbanding , serta ini amat bergantung pada kapasitas berat maksimum muatan perahu tersebut.

2. Dayung = Dayung sebagai alat kayuh pada olah raga arung jeram sebisa-bisanya dibikin berbahan yang kuat namun mudah ; contohnya kayu mahogany serta gabungan pada fiberglass serta aluminium. dayung yang dipergunakan oleh awak perahu, panjangnya berkisar pada 4, 5 – 6 kaki. namun biasanya yaitu 5 – 5, 5 kaki. sebenarnya factor penentu ukuran panjang dayung ada tiga perihal, yakni : besar badan serta kemampuan awak, diameter tabung perahu, serta manfaatnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi atau kapten. tanpa memandang besar tubuh awak perahu serta ukuran perahu, dayung yang dipakai oleh kapten yaitu 5, 5 – 6 kaki, namun untuk awak perahu ukurannya lebih pendek.

3. Pompa serta peralatan reparasi pompa yang dipakai untuk isi tabung- tabung hawa perahu mesti senantiasa dibawa pada waktu mengarungi sungai. karena perihal itu untuk melindungi apabila hawa dalam tabung-tabung itu menyusut / kempes. ditujukan dengan peralatan reparasi terkait dengan reparasi pompa serta perahu ( dikarenakan sobek, berlubang dan sebagainya ).

4. Tali perahu karet dilengkapi tali type karmantle selama 40 mtr. yang dipakai sebagai : tumpuan kaki, pengaman awak perahu serta tali perioder.

5. Peta sungai. umumnya dipakai yaitu topografi sungai. berguna sebagai panduan memperkirakan kondisi medan serta situasi sungai yang dapat diarungi, juga tempat aliran lebih kurang sungai tersebut.

6. Ember plastik atau gayung. dipakai untuk menimba air yang masuk ke dalam sisi dalam perahu. umumnya pemakaian ember / gayung ini dikerjakan jika air yang masuk tetap relatif sedikit. apabila telah terlampau banyak, untuk membuangnya lebih efektif membalikkan perahu, yang pastinya terlebih dulu perahu tersebut dibawa ke pinggir. pentingnya buang air yang masuk ke dalam perahu ini yaitu supaya perahu gampang dikendalikan.

7. Perlengkapan pppk mutlak mesti dibawa. type serta jumlah obatnya bisa sesuai dengan situasi medan serta keperluan sepanjang mengarungi sungai.

• perlengkapan pribadi
1. Pelampung = type pelampung yang baik serta benar untuk arung jeram yaitu pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh, diisi gabus tidak tipis ( bisa berperan sebagai penahan benturan pada benda keras ). kelayakan bisa dilihat dari kualifikasi teruji dalam perihal daya apung untuk berat maksimalnya. untuk kemungkinan menghadapi situasi darurat, butuh dipertimbangkan mengenai pemakaian pelampung dengan tambahan dibagian belakang kepala, supaya kepala terus terapung tengadah, jika saat tidak sadarkan diri. untuk melindungi supaya pelampung tidak naik atau mencuat ke atas waktu dipergunakan, maka sisi bawah pelampung bisa diikat ke pangkal paha atau sisi badan yang lain yang sangat mungkin.

2. pakaian. pakaian yang pas untuk berarung jeram yaitu pakaian yang sangat mungkin kita terus leluasa dalam bergerak.

3. sepatu membuat perlindungan kaki dari kemungkinan terluka, pakai type sepatu yang bisa membuat perlindungan mata kaki, tetapi pergelangan kaki bisa terus bergerak bebas, terhitung meringankan untuk berenang.

4. helm ( pelindung kepala ) mengarungi sungai berjeram dengan letak bebatuan yang tidak teratur atau sungai dengan derajat kesusahan yang tinggi, helm mutlak dipakai. tujuannya membuat perlindungan kepala dari kemungkinan benturan benda keras. helm yang baik mesti mudah, tahan air serta tidak mengganggu pandangan ataupun gerakan.

5. survival kit perlengkapan survival, mesti senantiasa menempel di badan, namun upayakan jangan sempat mengganggu gerakan kita. umumnya terdiri dari pisau lipat, korek api tahan air, dan lain-lain. sebagaimana dimaksud diatas, lamanya waktu mengarungi sungai juga merubah barang yang perlu dibawa. lantas peralatan tambahan dibutuhkan apabila pengarungan membutuhkan waktu sedikitnya 1 minggu, yakni :
   1. handy talky untuk komunikasi dengan tim darat.
   2. container kedap air
   3. bahan makanan
   4. perlengkapan kemah
   5. peralatan masak, makan, minum.

TEHNIK BASIC PENDAKIAN / ROCK CLIMBING

1. Face climbing   
    Yakni memanjat pada permukaan tebing di mana tetap ada tonjolan atau rongga yang cukup sebagai pijakan kaki ataupun pegangan tangan. beberapa pendaki pemula umumnya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan beberapa berat badannya pada pegangan tangan, serta meletakkan badanya rapat ke tebing. ini yaitu rutinitas yang salah. tangan manusia tidak bias dipakai untuk menjaga berat badan dibanding kaki, hingga beban yang didapatkan pada tangan dapat cepat melelahkan untuk menjaga keseimbangan badan. kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing bisa menyebabkan munculnya peristiwa style pada tumpuan kaki. perihal ini berikan kesempatan untuk tergelincir. konsentrasi berat diatas bidang yang sempit ( tumpuan kaki ) dapat berikan style gesekan serta stabilitas yang tambah baik. 

2. Friction / slab climbing 
    Tehnik ini hanya cuma memercayakan style gesekan sebagai style penumpu. ini dikerjakan pada permukaan tebing yang tidak terlampau vertical, kekasaran permukaan cukup untuk membuahkan style gesekan. style gesekan terbesar didapatkan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar barangkali. sol sepatu yang baik serta pembebanan optimal di atas kaki dapat berikan style gesek yang baik

3. Fissure climbing 
    Tehnik ini memakai celah yang dipergunakan oleh bagian badan yang seolah-olah berperan sebagai pasak. dengan langkah demikianlah, serta sebagian pengembangan, dikenal tehnik-teknik berikut.
* jamming, tehnik memanjat memanfaatkan celah yang tidak demikian besar. jari-jari tangan, kaki, atau tangan bisa dimasukkan/diselipkan pada celah hingga seolah-olah menyerupai pasak.
* chimneying, tehnik memanjat celah vertical yang cukup lebar ( chomney ). badan masuk di antara celah, serta punggung di di antara segi tebing. sebelah kaki melekat pada segi tebing depan, serta sebelah lagi melekat ke belakang. ke-2 tangan ditempatkan melekat juga. ke-2 tangan menolong mendororng keatas berbarengan dengan ke-2 kaki yang mendorong serta menahan berat badan.
* bridging, tehnik memanjat pada celah vertical yang cukup besar ( gullies ). langkahnya gunakan ke-2 tangan serta kaki sebagai pegangan pada ke-2 celah tersebut. posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berperan sebagai penjaga keseimbangan.
* lay back, tehnik memanjat pada celah vertical gunakan tangan serta kaki. pada tehnik ini jari tangan mengait pinggir celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan ke-2 kaki pada pinggir celah yang berlawanan. tangan menarik kebelakang serta kaki mendorong kedepan serta lantas bergerak naik ke atas silih bertukar.

Pembagian pendakian menurut penggunaan alat:
Free climbing 
  Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang sangat baik yaitu diri sendiri. tetapi keselamatan diri bisa ditingkatkan karenanya ada keterampilan yang didapatkan dari latihan yang baik serta ikuti prosedur yang benar. pada free climbing, peralatan berperan cuma untuk pengaman apabila jatuh. dalam pelaksanaanya ia bergerak sembari menempatkan, lantas meskipun tanpa alat-alat tersebut ia tetap dapat bergerak atau meneruskan pendakian. dalam pendakian jenis ini seorang pendaki diamankan oleh belayer. 

Free soloing 
  Merupakan sisi dari free climbing, namun sipendaki betul-betul lakukan dengan semua efek yang siap dihadapinya sendiri. dalam pergerakannya ia tidak membutuhkan peralatan pengaman. untuk lakukan free soloing climbing, seorang pendaki mesti betul-betul tahu semua bentuk halangan atau pergerakan pada rute yang dilewati. apalagi terkadang ia mesti menghapalkan dahulu semua gerakan, baik itu tumpuan maupun pegangan, hingga umumnya orang dapat lakukan free soloing climbing apabila ia telah dulu mendaki pada lintasan yang sama. efek yang dihadapi pendaki jenis ini amat fatal sekali, hingga cuma orang yang dapat serta betul-betul professional yang dapat mengerjakannya. 

Atrificial climbing 
  Pemanjatan tebing dengan pertolongan peralatan tambahan, layaknya paku tebing, bor, stirrup, dan lain-lain. peralatan tersebut mesti dipakai dikarenakan dalam pendakian kerap sekali dihadapi medan yang kurang atau berbeda sekali berikan tumpuan atau kesempatan gerak yang cukup.